Keistimewaan Nabi Muhammad s.a.w.

Di hari kiamat kudatangi pintu surga, lalu kuminta dibukakan. Malaikat penjaga surga bertanya: "Siapa Engkau?" lalu kujawab: "Muhammad". Dia berkata: "Karena engkaulah aku diperintahkan agar tidak membuka pintu surga bagi seorangpun sebelum engkau."

Di antara keistimewaan yang dimiliki Nabi Muhaamad s.a.w. adalah beliau orang pertama yang membuka pintu surga, sehingga malaikat penjaga pintu surga berkata: "Aku diperintahkan agar tidak membukakan pintu surga kepada siapapun sebelum engkau."

Hal ini jelas menunjukkan betapa tingginya kedudukan Nabi Muhammad s.a.w. di sisi Allah swt, maka tidak heran apabila beliau dijuluki sebagai makhluk Allah yang paling mulia dan terhormat, sebagai pemilik Syafa'atul 'Udzma. Hal ini digambarkan jelas dalam hadits: "Manakala para nabi tidak ada yang berani menghadap Allah swt untuk memohon syafaat." Dalam hadits lain disebutkan bahwa ketika Nabi saw menghadap kepada Allah swt dan bersujud kepadaNya, Allah berfirman kepadanya: "Mintalah, pasti Kuberi, mintalah syafaat, niscaya Kuberi izin untuk memberi syafaat."

Engkau Bersama Yang Engkau Cintai

Cinta memang seringkali menjanjikan keindahan, kesenangan dan kebahagiaan. Namun tak jarang pula cinta membuahkan letihnya perjuangan hingga di ujung perjalanan. Sementara tiada yang ia peroleh dari pengorbanannya selain kebinasaan. Demikian dahsyat pengaruh cinta. Begitu ampuh kekuatan yang ditimbulkannya. Demikian hebat buah yang dihasilkannya.

Happy ending dari perjalannan cinta adalah kebahagiaan hakiki di dunia dan kesejahteraan abadi di akherat. Adapun tragic ending dari cinta adalah kesengsaraan angan-angan di dunia dan kebinasaan tak berujung di neraka.

Kebahagiaan atau kesengsaraan yang dibuahkan oleh cinta tergantung pada objek yang dicintai dan sejauh mana dia merefleksikan cintanya dalam amal nyata.

Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Nabi saw "Kapankan datangnya hari kiamat?" Nabi saw bersabda "Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?" Laki-laki itu menjawab, "Belum ada selain kecintaanku kepada Allah dan RasulNya." Nabi bersabda "Engkau bersama yang engkau cintai." (HR Bukhori), dalam riwayat lain "Seseorang bersama yang dia cinta." (HR Bukhori)

Meraih Surga Jannatun Na'im

Apa yang Anda ketahui tentang jannah? Jannah adalah surga tempat tinggal bagi orang yang bertaqwa, kecenderungan hati hamba-hamba Allah yang shalih, tempat bersenang-senangnya hamba Allah yang shalih, dan ia lebih dari apapun yang terlintas dalam benak manusia.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, Jannah Firdaus menjadi tempat tinggal mereka. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya." (QS Al Kahfi : 107-108)

Rasulullah bersabda dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah ra: Allah swt berfirman, "Aku telah menyediakan untuk hamba-hambaKu yang shalih suatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam benak manusia."

Di atara bentuk keutamaan dan rahmat Alla swt adalah dijelaskannya jannah beserta gambaran kenikmatannya, menetapkan kekekalannya dan kesempurnaannya tanpa kesulitan dan kesusahan serta kekurangan, tidak panas tidak pula dingin, tidak ada capek, bising dan penat, tidak ada pula ketuaan. Bila berada di dalamnya, semua penderitaan hidup di dunia niscaya akan terlupa.

Namun di sisi lain, Allah swt memperlihatkan hakekat neraka dan siksa di dalamnya yang berupa panas api menyala-nyala, teriakan yang menyeramkan dan menakutkan, air minum panas dan buah zaqqum, celaan dan makian, ketakutan dan isak tangis. Bila berada di dalamnya, semua kenikmatan yang pernah dirasakan di dunia niscaya akan terlupa juga.

Kita memohon kepada Allah swt agar melindungi kita dari itu semua. Hal itu harus selalu diingat agar kaum mukminin selalu berusaha meraih jannah dengan penuh pengharapan dan kerinduan yang mendalam pada kenikmatannya, serta taman-taman dan istananya. Juga, agar manusia selalu berusaha menjauh dari adzab dan siksa neraka dengan kewaspadaan dan ketakutan, itu semua agar orang yang hancur binasa itu berdasar keterangan yang nyata dan agar yang tetap hidup itu hidupnya berdasar keterangan yang nyata pula, juga agar Alla swt memisahkan golongan yang buruk dari yang baik.

Jannah adalah tempat yang Allah ciptakan dengan tanganNya dan menjadikannya sebagai kediaman bagi orang-orang yang dicintaiNya. Dia memenuhinya dengan rahmat, kemuliaan dan keridhoanNya. Dia menyifati kenikmatannya dengan kemenangan yang besar, serta menjadikannya sebagai kerajaan yang sangat megah serta mengisinya dengan berbagai kesenangan beserta seluruh perhiasannya, juga mensucikannya dari segala cela dan keburukan dan kekurangan.

Maka, celakalah jiwa yang tidak merindukannya dan takjub melihatnya serta tidak beramal agar bisa masuk ke dalamnya. Binasalah hati yang tidak rindu menyebut-nyebutnya dan terbersit harapan untuk memasukinya.

Jannah adalah dagangan Allah yang mahal harganya yang dibutuhkan usaha dan amal untuk meraihnya.

"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik." (QS Al Isra' : 19)

Untuk mendapatkan jannah harus dengan usaha. Jangan sampai kelezatan hidup di dunia melalaikan kita dari kelezatan yang menanti di akherat kelak.

Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits riwayat Muslim dari Anas as : "Kelak akan didatangkan penduduk neraka yang paling bahagia sewaktu di dunia, lalu ia dicelupkan ke nerakan sekali celupan lantas dikatakan kepadanya, "Wahai anak Adam adakan engkau melihat kebaikan? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan?" Ia menjawab, "Tidak, demi Allah wahai Rabbku." Kemudian didatangkan seorang penghuni jannah yang paling sengsara sewaktu di dunia, lalu ia dicelupkan sekali celupan di jannah, kemudian ia ditanya, "Adakah engkau merasakan penderitaan? Adakah engkau pernah merasakan kesengsaraan?" Ia menjawab, "Tidak, demi Allah, wahai Rabbku. Aku tidak merasakan penderitaan sedikitpun dan sama sekali belum pernah mengalami kesengsaraan."

Semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Allah agar selalu berada di jalanNya yang lurus yang akan menghantarkan kita meraih surgaNya, Jannatun Na'im, surga yang penuh dengan kenikmatan.

Jangan Menyekutukan Allah swt Dengan Apapun

Dari jabir bin Abdillah ra berkata: Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda: Ada di dalam apa yang diberikan Allah kepada Nabi Musa as di dalam alwaah sepuluh bab :

1. Hai Musa, jangan menyekutukan Aku desngan sesuatu apapun, sebab Aku telah memutuskan bahwa api neraka akan menyambar muka orang-orang musyrikin (orang-orang yang menyekutukan Allah).

2. Taatlah kepadaKu dan kedua ayah bundamu, niscaya Aku pelihara engkau dari bahaya, dan Aku lanjutkan umurmu dan Aku hidupkan engkau dengan penghidupan yang baik, kemudian Aku pindahkan engkau ke alam yang lebih baik.

3. Janganlah membunuh jiwa yang Aku haramkan decuali dengan hak, niscaya menjadi sempit bagimu dunia yang luas dan langit dengan semua penjurunya dan akan kembali engkau denga murkaKu di dalam api neraka.

Jangan bersumpah dengan namaKu dalam dusta atau durhaka, sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagungkan nama-namaKu.

4. Jangan hasud iri hati terhadap apa yang Aku berikan kepada orang-orang, karena penghasud itu musuh nikmatku, menolak kehendakku membenci kepada pembagian yang Aku berikan kepada hamba-hambaku. Dan siapa yang tidak meninggalkan hasud itu maka ia bukan daripadaKu.

5. Jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingati dengan akalmu dan perasaanmu, sebab Aku akan menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka.

6. Jangan mencuri

7. Jangan berzina dengan istri tetanggamu niscaya Aku hijab wajahKu daripadamu dan Aku tutup pintu-pintu langit dari padamu.

8 Jangan menyembelih kurban untuk selain Aku , maka Aku tidak menerima kurban kecuali yang disebut namaKu dan ikhlash untukKu.

9. Cintailah terhadap sesama manusia apa yang engkau suka untuk dirimu sendiri.

10. Kosongkan hari Sabtu itu hanya untuk beribadah kepadaku demikian pula liburkan anak keluargamu.

Kemudian Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah menjadikan hari Sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa as dan Allah memilihkan untukku hari Jum'at sebagai hari raya.

Di Antara Sifat Para Nabi

Abu Dardaa berkata : Dua belas sifat para Nabi a.s.:
  1. Mereka yakin pada janji-janji Allah
  2. Mereka putus harapan pada makhluk
  3. Permusuhan mereka hanya kepada syaithan
  4. Mereka rajin memperbaiki urusan mereka
  5. Mereka kasih sayang pada makhluk
  6. Mereka sanggup menanggung penderitaan untuk kepentingan kemaslahatan ummat
  7. Mereka yakin pada surga. Jika mereka berbuat amal, yaitu benar bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahalanya.
  8. Mereka tunduk pada yang hak
  9. Mereka tidak jemu memberi nasihat meskipun kepada musuh
  10. Mereka tidak menyimpan kelebihan harta, dan selalu memberikan kepada fakir miskin
  11. Mereka selalu berwudhu
  12. Mereka tidak gembira jika mendapat dunia, dan tidak sedih jika tidak mendapat dunia.
Sumber : Tanbihul Ghafilin

Kelebihan-kelebihan Umat Muhammad s.a.w.

Abu Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Muqathil bin Sulaiman berkata : Nabi Musa a.s. bermunajat:
Ya Rabbi, saya mendapatkan dalam alwaah, ada suatu ummat yang dapat memberi syafa'at dan akan diterima syafa'at mereka. Jadikanlah mereka umatku?
Jawab Allah : Mereka umat Muhammad saw.
Ya Rabbi, saya dapatkan juga ummat yang tebusan dosa mereka cukup dengan sembahyang lima waktu, jadikanlah mereka umatku.
Jawab Allah : Mereka umat Muhammad saw.
Ya Rabbi, saya dapatkan juga ada ummat yang akan membasmi kesesatan sehingga mereka akan membunuh Dajjal yang bermata sebelah, jadikanlah mereka ummatku.
Jawab Allah : Mereka umat Muhammad saw.
Ya Rabbi, juga saya dapatkan ada ummat yang kesucian mereka dengan air dan tanah, jadikanlah mereka umatku.
Jawab Allah : Mereka umat Muhammad saw.
Ya Rabbi, juga saya dapatkan ada umat yang boleh menerima sedekah dan memakannya, padahal umat yang dahulu harus dibakar dengan api. Jadikanlah mereka umatku.
Jawab Allah : Mereka umat Muhammad saw.
Ya Rabbi, juga saya dapatkan ada umat yang bila seorang niat akan berbuat kebaikan dan tidak jadi berbuat dicatat satu hasanat (kebaikan), lalu bila dikerjakan dicatat sepuluh hasanat, dan dapat dilipatgandakan hingga tujuhratus lebih, dan bila niat kejahatan tidak ditulis, dan jika dikerjakan kejahatan itu ditulis hanya satu. Jadikanlah mereka umatku.
Jawab Allah : Mereka umat Muhammad saw.
Ya Rabbi, juga saya dapatkan nada umat yang tujuh puluh ribu orang dari mereka akan masuk surga tanpa hisab, jadikanlah mereka umatku.
Jawab Allah : Mereka umat Muhammad saw.

Ma'mar meriwayatkan dari Qatadah sama dengan ini dan ada tambahan :
Ya Rabbi, juga saya dapatkan ada suatu umat sebaik-baik umat karena mereka melakukan amar ma'ruf (menyuruh pada kebaikan) dan nahi munkar (mencegah kemungkaran), jadikanlah mereka umatku.
Jawab Allah : Mereka umat Muhammad saw.
Ya Rabbi, juga saya dapatkan ada umat yang terakhir masanya, tetapi terdahulu di hari kiamat. Jadikanlah mereka umatku.
Jawab Allah : Mereka umat Muhammad saw.
Ya Rabbi, juga saya dapatkan ada umat yang kitab Allah itu di dalam dada mereka (hafal) tetapi mereka membacanya sambil melihat, jadikanlah mereka umatku.
Jawab Allah : Mereka umat Muhammad saw.

Sehingga nabi Musa a.s. ingin menjadi umat Muhammad saw. Lalu Allah menurunkan wahyu kepadanya: Ya Musa, Aku telah memilih engkau dari semua manusia untuk menerima risalahKu dan firmanKu maka terimalah apa yang aku berikan kepadamu, dan jadilah golongan orang-orang yang bersyukur. Dan dari umat Musa aada orang-orang yang memimpin umat ke jalan yang haq, dan dengan haq itu mereka berlaku adil. Maka puaslah Nabi Musa as. dengan jawaban Allah ini dan ridho.

Muqatil bin Hayyaan berkata : Nabi saw bersabda: Ketika saya dimi'rajkan ke langit, dibawa oleh Malaikat Jibril sehingga ke diding yang besar di sidratil muntaha, lalu jibril berkata: Majulah hai Muhammad. AKu jawab: Tidak, bahkan engkaulah yang maju. Jibril berkata: Ya Muhammad, tidak boleh seorang pun melampaui tempat ini kecuali engkau, dan engkau lebih mulia di sisi Allah daripadaku. Maka majulah Nabi Muhammad sehingga sampai ke suatu ranjang emas dengan seprei sutera dari surga, lalu Jibril berseru dari belakang: Ya Muhammad, Tuhan memuji padamu maka dengarkanlah dan taatlah, dan jangan gentar mendengar firman Allah. Maka segera aku memuji Allah dan membaca : Attahiyyaatu lillah wassholawaatu waththoyyibaat. Dijawab: Assalaamu alaika ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. Lalu saya berkata: Assalaamu alainaa wa ala ibaadillaahish shaalihiin. Lalu disambut oleh Jibril : Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyyhadu anna muhammadan abduhu warasuluhu. Kemudian Alla berfirman : Aamanarrasuulu bimaa unzila ilaihi min rabbihii. Maka jawabku: BenarBenar aku percaya kepadaMu. Firman Allah : Wal mu'minuuna kullun aamana billaahi wamalaaikatihi wakutubihii warusulihi laa nufarriqu baina ahadin min rusulihi (Dan orang-orang mukmin semuanya percaya kepada ALlah, dan MalaikatNya, dan kitab-kitabNya, dan nabi-nabi utusanNya, dengan tidak membedakan antara seorang pun dari utusan-utusan itu.) Sebagaimana orang Yahudi yang membedakan antara Musa dengan Isa, juga orang Kristen membedakan antara keduanya.
Firman Allah: Laa yukallifullahu nafsan illaa wus'ahaa, lahaa maa kasabat wa'alaihaa maktasabat (Allah tidak memaksakan kepada seseorang kecuali menurut kekuatannya, ia pasti akan mendapat pahala amal kebaikannya, dan akan menanggung dosa kejahatannya). Kemudian dipersilakan untuk meminta dan akan diberi. (Mintalah engkau pasti akan diberi): Ghufraanaka rabbanaa wailaikal mashiir. (Ampunkan dosa-dosa kami ya Tuhan, dan kepadaMu kami akan kembali). Allah menjawab: Telah aku ampunkan bagimu dan umatmu yang bertauhid dan percaya kepadamu. Kemudian diperintah pula: Mintalah pasti akan diberi. Lalu meminta : Rabbana laa tuaahidzna innasiinaa au akhtho'na (Ya Tuhan kami, jangan menuntut kami bila kami lupa atau keliru. Dijawab olah Tuhan: Tidak akan Aku tuntut atas keluapaan dan kekeliruanmu, atau yang dipaksakan kepadamu sedang kamu tidak rela. Maka aku minta: Rabbana walaa tahmil 'alainaa ishron kama hamaltahuu 'alalladziina min qoblina (Ya Tuhan, jangan ditanggungkan atas kami yang berat-berat sebagaiman yang Engkau tanggungkan atas umat yang sebelum kami). Sebagaimana bani Israil jika berbuat salah lalu diharamkan oleh Allah beberapa makanan yang tadinya halal bagi mereka. Kemudian disuruh minta, lalu aku berkata : Rabbana walaa tuhammilna maa laa thaa qatalanaa bihi. (Ya Tuhan, jangan menanggungkan atas kami yang kami tidak kuat). Wa'fu 'anna waghfir lana warhamnaa anta maulaana fanshurnaa 'alal qoumil kaafiriin. (Dan maafkanlah kami, ampunkanlah kami, dan berikanlah kami rahmatMu, hanya Engkau Tuhan kami, dan tolonglah (menangkanlah) kami menghadapi kaum yang kafir). Jawab Tuhan: Semua itu Aku beri kepadamu, sehingga jika ada dari kamu duapuluh orang yang tabah hati dapat mengalahkan duaratus orang dari musuh."

Wallaahu a'lam.
Sumber: Tanbihul Ghafilin

Nasihat Nabi Muhammad pada Mu'adz

Nabi saw memegang tangan Mu'adz dan bersabda : ushika ya Mu'adz la tada'lana fi duburi kulli shalatin an taqula:
Allahumma a'inni 'ala dzikrika wasyukrika wahusni 'ibadatika.

Saya pesan kepadamu Mu'adz, jangan kamu tinggalkan tiap habis sembahyang membaca : Allahumma a'inni 'ala dzikrika wasyukrika wahusni 'ibadatika. Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu berdzikir dan mempelajari peringatan-peringatanMu, dan bersyukur kepadaMu, dan menyempurnakan ibadahku kepadaMu.

Sumber : Tanbihul Ghafilin

Amalan antara sunnatal fajri hingga shalat subuh

Nafi' dari Ibnu Umar ra berkata: Saya menyaksikan ketika Nabi saw didatangi oleh seorang yang mengeluh : Ya Rasulullah, saya menderita kekurangan rizki penghasilanku. Maka sabda Nabi saw : aina anta min shalatil malaikati watshbihil kholaaiqi wamaa bihi yurzaquun? Dimanakan posisimu dari shalat (dzikir)nya Malaikat, dan tasbihnya semua makhluk yang dengan itu mereka mendapatkan rizqi. Ia bertanya: Apakah itu ya Rasulullah? Jawab Nabi saw: Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil adziim, astaghfirullaah, dibaca 100 kali di antara sunnatal fajri sehingga shalat subuh (antara shalat sunnat subuh sehingga shalat subuh). Maka dunia akan datang kepadamu merendah-rendah.

Sumber : Tanbihul Ghafilin

Agar doa dikabulkan

Maimunah binti Sa'ad, pelayan Nabi saw berkata : Nabi saw mendapatkan Salman Alfarisi ra sedang berdoa sesudah sholat, maka Nabi saw bersabda kepada Salman :
Wahai Salman, apakah kamu sedang ada hajat kepada Tuhanmu? Jawabnya : Ya. Maka sabda Nabi saw : Jika kamu berhajat maka dahulukan memuji kepada Tuhan dan menyebutkan sifatNya sebagaiman menyifatkan diriNya dan bacalah tasbih, tahmid dan tahlil. Salman bertanya: Bagaimana memuji Tuhan Ya Rasulullah? Jawab Nabi saw: Membaca fatihan 3 kali, maka itu pujian bagi Tuhan, dan membaca Qul Huwallahu Adah 3 kali, maka itu sifat Allah, lalu membaca : subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallaahu akbar, kemudian mintalah hajatmu.

Sumber : Tanbihul Ghafilin